BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Rasional

1.1.1  Latar Belakang

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KSTP) merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan dari sentralisasi menjadi desentralisasi di bidang pendidikan. Pengembangan KSTP yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terkini standar isi, proses, kompentensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.

SMP Negeri 1 Tulungagung merupakan salah satu sekolah favorit di Tulungagung yang berada di pusat kota. Ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada tahun 2007, SMP Negeri 1 Tulungagung senantiasa berupaya untuk meningkatkan diri sehingga dapat mencapai Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan serta peningkatan sarana prasarana terus dilakukan.

Kekuatan SMP Negeri 1 Tulungagung terletak pada input siswa, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, manajemen sekolah serta dukungan positif masyarakat. Kegiatan pembelajaran yang dikembangkan diupayakan berorientasi pada pendekatan CTL dan pembelajaran bilingual dan berbahasa Inggris bagi mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, IPA dan TIK. Fasilitas yang menunjang proses pembelajaran meliputi  ruang laboraturium IPA (2 buah), ruang laboratorium Bahasa (2 buah) ruang perpustakaan yang luas (1 buah), laboratorium komputer (1 buah), Ruang Multimedia (1 buah) serta Sarana Olah Raga yang memadai dan  sarana ibadah yang cukup. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) telah berjalan dengan mengedepankan demokratisasi, transparansi dan akuntabilitas tinggi.

Kurikulum yang disusun ini disesuaikan dengan potensi sumber daya dan kemampuan nyata yang ada di sekolah dengan tetap mengakomodasi budaya setempat yakni budaya Tulungagung dan menyongsong internasionalisasi pendidikan dengan meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris aktif. Lebih dari 99% siswa melanjutkan ke SMA. Untuk mengakomodasi siswa yang melanjutkan ke SMK, mengelola pemasaran serta memasuki dunia kerja maka diberikan teknologi informasi komunikasi dan elektronika sebagai ketrampilan yang harus dikuasai peserta didik. Dengan memperhatikan karakteristik tersebut di atas, maka kurikulum SMP Negeri 1 Tulungagung disusun dengan harapan dapat dijadikan sebagai acuan operasional dalam penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 1 Tulungagung.

 

1.1.2  Landasan Hukum

1.    Undang – undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2004. Tentang Pemerintahan Daerah.

2.    Undang – undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan  Nasional.

3.    PP Republik Indonesia No. 19 Th. 2005. Tentang SNP ( Standar Nasional Pendidikan )

4.    Permendiknas RI No. 22 Th 2006. Tentang Standar Isi.

5.    Permendiknas RI No. 23 Th 2006. Tentang SKL.

6.    Permendiknas RI No. 24 Th 2006. Tentang Pelaksanaan Standar Isi dan SKL.

7.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007 tentang pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

8.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

9.    Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

 

 

 

1.1.3 Tujuan Penyusunan Kurikulum

1.    Untuk mengakomodasi semua potensi yang ada di UPTD SMP Negeri 1 Tulungagung dan untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan dalam bidang akademis maupun non akademis, memelihara budaya daerah, mengikuti perkembangan iptek yang dilandasi iman dan takwa.

2.    Sekolah memiliki dokumen kurikulum dan sebagai pedoman tenaga kependidikan yang profesional.

3.    Terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.

4.    Memberi kontribusi yang baik dan signifikan dari Pimpinan, Komite, Diknas dan komponen yang terkait.

5.    Manajemen yang terbuka, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

1.1.4 Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

                 1.      Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

                2.       Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

                 3.      Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

                4.       Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

                5.       Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi,   bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

                6.       Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal  dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

                 7.      Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

1.2 Visi SMP Negeri 1 Tulungagung

“UNGGUL PRESTASI, IMAN, TAQWA, BERAKHLAK MULIA YANG BERBUDAYA PEDULI LINGKUNGAN DAN  BERDAYA SAING GLOBAL “

Indikator :

  1. Terwujudnya keunggulan  prestasi Akademik bertaraf internasional
  2. Terwujudnya keunggulan bidang Iptek bertaraf Internasional
  3. Terwujudnya keunggulan bidang Olah Raga bertaraf Internasional
  4. Terwujudnya keunggulan bidang Keterampilan bertaraf Internasional
  5. Terwujudnya keunggulan bidang Keagamaan bertaraf  Internasional
  6. Terwujudnya keunggulan bidang Seni bertaraf Internasional
  7. Terwujudnya keunggulan bidang Lingkungan bertaraf Internasional
  8. Terwujudnya keunggulan daya saing global bertaraf internasional

 

1.3 Misi SMP Negeri 1 Tulungagung

     1.  Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran dan bimbingan bertaraf internasional secara efektif untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki siswa.

     2.  Mewujudkan tumbuh kembangnya sikap ilmiah bertaraf Internasional pada diri siswa, mengembangkan kegiatan karya ilmiah dengan menggunakan teknologi.

     3.  Mewujudkan tumbuh kembangnya potensi siswa dalam bidang olah raga bertaraf Internasional

     4.  Mewujudkan pengembangan budaya kompetitif bagi siswa dalam upaya peningkatan prestasi siswa di bidang keterampilan bertaraf Internasional

     5.  Mewujudkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama yang dianut dengan implementasi yang baik bertaraf Internasional

     6.  Mewujudkan tumbuh kembangnya rasa cinta terhadap seni dan budaya daerah dan budaya nasional dengan menampilkan berbagai produk unggulan bertaraf Internasional

     7.  Mewujudkan penciptaan suasana lingkungan sekolah yang bersih, indah dan menarik bertaraf Internasional

     8.  Mewujudkan lulusan peserta didik yang memiliki daya saing global bertaraf Internasional

 

 

1.4 Tujuan SMP Negeri 1 Tulungagung

1. Tujuan Pendidikan Dasar :

                        Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut serta memiliki daya saing global.

 

2. Tujuan Satuan Pendidikan Tahun Pelajaran  2011-2012 adalah :

  1. Memiliki dan menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
  2. Memiliki silabus semua mata pelajaran.
  3. Semua pengajar memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
  4. Memiliki dan melaksanakan kurikulum muatan lokal.
  5. Melaksanakan metode pembelajaran kooperatif.
  6. Melaksanakan metode pembelajaran konstekstual.
  7. Memiliki perangkat model – model penilaian pembelajaran.
  8. Berprestasi di bidang akademik
  9. Berprestasi di bidang non akademik (juara lomba tingkat propinsi dan nasional).
  10. Sekolah mencapai Standar Profesionalitas Guru.
  11. Sekolah mencapai Standar Kompetensi Tenaga Kependidikan.
  12. Sekolah mencapai Standar Monitoring dan Evaluasi kinerja tenaga guru dan tenaga kependidikan.
  13. Sekolah memiliki sarana prasarana pendidikan lengkap.
  14. Melaksanakan dan menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS ).
  15. Bersama komite sekolah mampu meningkatkan penggalangan dana dari berbagai sumber.
  16. Sekolah menciptakan suasana lingkungan sekolah yang bersih, indah dan menarik.

 

 

 


BAB II

STRUKTUR DAN MUATAN  KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum

            Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Kelulusan (SKL). Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMP Negeri 1 Tulungagung Rintisan Sekolah Bertaraf International (SBI) adalah sebagai berikut :

1.      Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja.

2.      Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri

3.      Menunjukkan sikap percaya diri

4.      Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.

5.      Menghargai keragaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional.

6.      Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif

7.      Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif.

8.      Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

9.      Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

10.  Mendekripsikan gejala alam dan sosial.

11.  Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung-jawab

12.  Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

13.  Menghargai karya seni dan budaya nasional.

14.  Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya

15.  Menerapkan hidup bersih, sehat bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang.

16.  Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun

17.  Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat.

18.  Menghargai adanya perbedaan pendapat.

19.  Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek dan sederhana.

20.  Menunjukkan ketrampilan menyimak, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana.

21.  Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.

22.  Memahami dan menghayati jiwa kewirausahaan.

23.  Memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang IT dan mampu memilih serta memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari secara bijaksana (menguasai teknologi informasi dan komunikasi)

24.  Memiliki ketangguhan, kedisiplinan, dan kecermatan dalam bekerja.

 

Struktur Kurikulum terdiri atas 2 komponen, yakni komponen mata pelajaran muatan lokal dan pengembangan diri.

Komponen mata pelajaran dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak mulia.
  2. Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian.
  3. Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
  4. Kelompok mata pelajaran Estetika, dan
  5. Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan.

Cakupan setiap kelompok mata pelajaran adalah sebagai berikut :

 

NO

KELOMPOK MATA PELAJARAN

CAKUPAN

1

Agama dan Akhlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama.

2

Kewarganegaraan dan Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak – hak azasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme.

3

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan teknologi pada SMP / MTS / SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta membudayakan berfikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

4

Estetika

Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitifitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5

Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan pada SMP / MTS / SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat.

 

Komponen muatan lokal dan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum.

Struktur kurikulum ini meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 3 tahun. Yakni mulai kelas VII sampai dengan kelas IX; dengan ketentuan sebagai berikut :

a.         Kurikulum ini memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri seperti tertera pada tabel struktur kurikulum.

b.        Muatan lokal merupakan kegiatan kurikulum untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan kedalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal telah ditentukan oleh sekolah yaitu: Bahasa Jawa,  dan Pendidikan Lingkungan Hidup.

c.         Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan bakat dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau di bimbing oleh konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan pengembangan karir peserta didik, kegiatan terstruktur dan kegiatan ekstrakurikuler. Semua siswa diwajibkan mengikuti kegiatan pengembangan diri

d.        Jumlah jam pembelajaran di sekolah RSBI sesuai dengan panduan adalah 42 jam. Jumlah jam pembelajaran di SMPN 1 Tulungagung 44 jam sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum, ada penambahan 2 jam pelajaran dari struktur kurikulum semester ganjil tahun pelajaran 2011-2012

e.         Penambahan jam pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ditambah 1 (satu) jam pelajaran dengan alasan bahwa sebagai RSBI dengan semangatnya siswa belajar bahasa Inggris, pelajaran Bahasa Indonesia sering dikalahkan. Untuk itu butuh penambahan jam untuk membuat siswa lebih aktif dan menguasai kompetensi Bahasa Indonesia.

f.         Penambahan 1 jam yang lain pada mata pelajaran Penjaskes. Hal ini untuk meningkatkan keseimbangan siswa bukan hanya mengembangkan olah pikir, teknologi dengan IT/komputer saja tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuhnya.

g.        3 jam Pelajaran TIK-PTD terdiri dari TIK 2 jam dan 1 jam digunakan untuk mata pelajaran Pendidikan Tehnik Dasar (PTD) kelas 7 dan 8, sedangkan kelas 9 disebut mata pelajaran Kreasi Produk Teknologi (KPT). Sebagai sekolah Rintisan  Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), SKL yang dirumuskan SMP Negeri 1 Tulungagung, di samping SKL pada kurikulum tahun 2006 juga dilengkapi dengan bilingual dan penguasaan ICT. Jumlah jam yang ada belum mencukupi untuk mencapai SKL RSBI, maka jam pelajaran perlu ditambah seperti tertulis dalam Tabel Struktur Kurikulum.

h.        Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.

i.          Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) adalah 34 – 38 minggu.

 

                                                STRUKTUR KURIKULUM

UPTD SMP NEGERI 1 TULUNGAGUNG Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ( RSBI )

                                        TAHUN PELAJARAN 2012-2013

No

MATA  PELAJARAN

RINTISAN SBI

 

VII

VIII

IX

 

A.

REGULER

1

PEND. AGAMA

 

 

2

2

2

 

 

 

2

PEND. KEWARGANEGARAAN

2

2

2

 

 

 

3

BAHASA INDONESIA

 

6

6

6

 

 

 

4

BAHASA INGGRIS

 

5

5

5

 

 

 

5

MATEMATIKA

 

 

6

6

6

 

 

 

6

IPA

 

 

6

6

6

 

 

 

7

IPS

 

 

6

6

6

 

 

 

8

SENI BUDAYA

 

 

2

2

2

 

 

 

9

PEND. JASMANI O.R  & KESEHATAN

3

3

3

 

 

 

10

TIK-PTD

 

 

3

3

3

 

B.

MULOK

1

BAHASA JAWA

 

 

2

2

2

 

 

 

2

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH)

1

1

1

 

Pengembangan Diri *)

2

2

2

 

 

 

 

JUMLAH

46

46

46

 

 

B. Muatan Kurikulum

1. Mata Pelajaran

a. Pendidikan Agama

    Meliputi : Agama Islam

Tujuan :

    1. Menumbuh kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan serta pengamalan peserta didik terhadap agama Islam sehinggga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan ( Allah SWT ) berdasarkan kitad suci Al-Quran dan hadist Nabi Muhammad SAW.
    2. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berahklak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan rajin ibadah cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi ( tasamuh ) menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
    3. Ruang Lingkup, meliputi :

1.      Al-Quran dan hadist

2.      Aqidah

3.      Akhlak

4.      Fiqih

5.      Tarikh dan Kebudayaan Islam.

d.    Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran Pendidikan Agama

 

b. Pendidikan Kewarganegaraan dan Kepribadian

Tujuan :

1.        Berfikir kritis, rasional dan kreatif dalam menganggapi isu kewarganegaraan.

2.        Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta anti korupsi.

3.        Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter – karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa – bangsa lainnya.

4.        Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

 

c. Bahasa Indonesia

Tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia, agar peserta didik memiliki kemampuan:

1.      Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.

2.      Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan kesatuan.

3.      Memahami bahasa Indonesia dan menggunakan secara tepat dan kreatif.

4.      Untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial.

5.      Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperluas budi pekerti serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.

6.      Menghargai dan membanggakan satra Indonesia sebagai hasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

7.      Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran Bahasa Indonesia

 

d.  Bahasa Inggris

Tujuan mata pelajaran bahasa Inggris adalah :

1.      Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan dan tulis untuk mencapai tingkat literasi fungsional.

2.      Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global.

3.      Mengembangkan pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antara bahasa dan budaya.

4.      Menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam PBM bahasa Inggris dan  MIPA baik di dalam maupun di luar kelas.

5.      Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran bahasa Inggris.

 

e. Matematika

Tujuan mata pelajaran matematika agar peserta didik memiliki kemampuan :

1.      Memahami konsep Matematika.

2.      Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.

3.      Memecahkan masalah meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

4.      Mengkomunikasikan gagasan dalam simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelaskan keadaan.

5.      Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu.

6.      Memiliki kemampuan menggali dan mengkomunikasikan ide-ide matematis secara tertulis maupun lisan.

7.      Memiliki kemampuan refleksi terhadap kemampuan atau pemikiran matematikanya sendiri.

8.      Memiliki kemampuan matematika dengan kemampuan IT Lanjutan.

9.      Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran Matematika

 

f. Ilmu Pengetahuan Alam

Meliputi: fisika, biologi, kimia

Tujuannya : agar peserta didik memiliki kemampuan :

1.        Meningkatkan keyakinan terhadap Tuhan YME, berdasarkan keberadaan keindahan dan keteraturan alam ciptaanNya.

2.        Mengembangkan pemahaman tentang berbagai macam gejala alam, konsep dan prinsip IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari.

3.        Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat.

4.        Melakukan penemuan ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berfikir bersikap dan bertindak ilmiah serta berkomunikasi.

5.        Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.

6.        Meningkatkan pengetahuan, konsep, dan ketrampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. 

7.        Memiliki kemampuan Sains  dengan kemampuan IT Lanjutan.

8.        Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

 

g. Ilmu Pengetahuan Sosial.

Meliputi : sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi.

Tujuan mata pelajaran IPS agar peserta didik memiliki kemampuan :

1.      Mengenal konsep – konsep yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat dan lingkungan.

2.      memiliki kemampuan dasar untuk berfikir kritis dan logis, rasa ingin tahu, penemuan, memecahkan masalah dan ketrampilan dalam kehidupan sosial.

3.      Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai – nilai sosial dan kemanusiaan.

4.      Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan berkompetisi dalam masyarakat majemuk di tingkat lokal, nasional dan global.

5.      Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

 

h. Seni Budaya

 Meliputi : Seni Rupa dan Seni Musik

Tujuan : agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

1.      Memahami konsep dan pentingnya seni budaya.

2.      Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya.

3.      Menampilkan krestifitas melalui seni budaya.

4.      Menampilkan peran serta dalam seni budaya dalam tingkat lokal, regional maupun global.

5.      Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran Seni Budaya

 

 

 

 

 

i. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Tujuan :

1.      Mengembangkan ketrampilan pengelolahan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktifitas jasmani dan olah raga yang dipilih.

2.      Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.

3.      Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan gerak dasar.

4.      Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai – nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.

5.      Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis.

6.      Mengembangkan ketrampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.

7.      Memahami konsep aktifitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna.

8.      Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

 

j. Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Pendidikan Tehnik Dasar (TIK-PTD)

      a. TIK

Tujuan : agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:

1.      Memahami teknologi informasi dan komunikasi, dan prospeknya di masa datang.

2.      Dapat mengoperasikan program Ms. Word, Ms.Excell, Ms. Power Point, Ms.Acces, Internet.

3.      Memahami prinsip-prinsip teknologi dasar, yang terdiri dari hubungan teknologi dan masyarakat, penanganan produk teknologi serta perancangan dan pembuatan produk teknologi.

4.      Menggunakan perangkat pengolah kata, pengolah angka, pengolah basis data, pengolah grafis, dan pengolah animasi untuk menghasilkan karya informasi

5.      Menggunakan perangkat pengolah animasi untuk menghasilkan video pembelajaran yang sederhana

6.      Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi

 

    b. Pendidikan Tehnik Dasar

Agar peserta didik mempunyai daya saing lokal ke tingkat global. Kegiatan pembelajaran Pendidikan Tehnik Dasar dilaksanakan dari kelas VII sampai dengan kelas IX, dengan materi pembelajaran di setiap kelas memiliki penekanan yang berbeda:

* Kelas VII penekanan pada pengetahuan dasar teknologi

* Kelas VIII penekanan pada keterampilan dasar teknologi

* Kelas IX penekanan pada keterampilan proses teknologi

Tujuan :

1.      Memberikan pengalaman penerapan teknologi dan menunjukkan hubungan timbal balik antara perkembangan teknolgi dengan perubahanyang terjadi di masyarakat melalui riset atau observasi.

2.      Memahami serta memanfaatkan hasil produk teknologi lokal yang mampu bersaing ke tingkat global, dan menemukan alternatif teknik dalam memecahkan masalah melalui produk teknologi terapan secara benar, aman dan sadar lingkungan.

3.      Membuat produk teknologi terapan berdasarkan rancangan sendiri dengan menggunakan berbagai jenis bahan dan alat yang sesuai yang ada di lingkungan sekitar, dan mengevaluasi desain, proses serta hasil produk untuk pengembangan selanjutnya.

4.      Sebagai upaya pembekalan keterampilan dasar bagi siswa yang sangat berguna untuk masa yang akan datang.

5.      Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran Pendidikan Tehnik Dasar

Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Tehnik Dasar mencakup komponen kemampuan memahami konsep dan menerapkannya yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut:

a.    Pemahaman Konsep

b. Hasil Produk Teknologi

                                                                                                                                                             

2. Muatan Lokal.

a. Bahasa Jawa

Muatan lokal yang telah ditetapkan bersama oleh Propinsi Jawa Timur adalah Bahasa Daerah, sesuai dengan kondisi sekolah yang mayoritas adalah masyarakat Jawa, maka muatan lokal yang di pilih oleh SMPN 1 Tulungagung adalah Bahasa Jawa.

Pemilihan muatan lokal Bahasa Jawa sebagai upaya mempertahahnkan nilai – nilai budaya masyarakat setempat dalam wujud komunikasi dan apresiasi sastra.

Tujuan :

a.       Membina keterampilan berbahasa Jawa baik lisan maupun tertulis susai dengan tata krama dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari – hari.

b.      Mengapresiasi dan menghargai hasil karya budaya Jawa dan nilai – nilai budaya Jawa.

c.       Memanfaatkan dan menggunakan IT dalam pembelajaran Bahasa Jawa

 

b. Pendidikan Lingkungan Hidup

Tujuan: Memberikan pengalaman kepada siswa betapa pentingnya memelihara lingkungan sekitar demi kehidupan manusia.

 

3. Kegiatan Pengembangan Diri.

Pengembangan diri dimaksudkan sebagai kegiatan pemberian pelayanan bantuan kepada peserta didik ( individual maupun kelompok ) agar potensi peserta didik dapat berkembang secara optimal dalam hal hubungan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu memandirikan peserta didik dengan cara menumbuh kembangkan potensi, bakat, minat, dan keunikan diri siswa.

Kegiatan Pengembangan Diri di UPTD SMP Negeri 1 Tulungagung diwujudkan dalam 2 ( dua ) bentuk kegiatan :

 

3.a Kegiatan Terprogram.

3.a.1 Pelayanan Konseling wajib diikuti siswa, meliputi pelayanan :

a.       Kehidupan Pribadi.

b.      Kemampuan Sosial.

c.       Kemampuan Belajar.

d.      Perencanaan Karir.

Tujuan : untuk membantu peserta didik dapat berkembang secara optimal dalam hal pribadi, sosial, belajar dan karir.

3.a.2 Kegiatan Non Akademik pilihan yang diikuti siswa, meliputi :

·         Volley Ball

·         Basket Ball

·         Sepak Bola

·         Karate

·         Sepak Takraw

·         Catur

·         Seni Vokal/Band

·         Paduan Suara

·         Seni Baca Alquran

·         Seni Lukis

·         Seni Tari

·         Karawitan/Reog

·         Cheerleader

·         Drumband

·         Modelling

·         Seni Religi

·         English Club & English Literature

·         KIR/PIR

·         Olimpiade Sains (Biologi & Fisika)-IPS-Math- English

·         UKS/PMR

·         PRAMUKA

·         PKS

·         Kajian Islam

Tujuan : untuk menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan bakat, minat, kreativitas, kemandirian, kehidupan keagamaan, kemampuan sosial, kemampuan belajar, perencanaan karir, dan pemecahan masalah.

 

3.b Kegiatan Tidak Terprogram

3.b.1 Kegiatan Rutin.

a.       Upacara bendera setiap hari Senin.

b.      Sholat dhuhur bersama

c.       Sholat Jumat bersama

d.      Memperingati hari besar nasional

e.       Memperingati hari – hari besar keagamaan

f.       Kesehatan Lingkungan / Jum’at bersih.

Tujuan :

a.       Melatih siswa disiplin, mematuhi tata tertib, dan menanamkan rasa kebangsaan.

b.      Meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

c.       Menanamkan rasa kebangsaan dan rasa persatuan.

d.      Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

3.b.2 Kegiatan Spontan.

a.       Mengunjungi Bapak / Ibu guru/ karyawan / Teman yang sakit.

b.      Takziah ke rumah warga sekolah yang meninggal dunia.

c.       Membantu warga sekolah yang tertimpa musibah.

d.      Bersalaman ketika bertemu Bapak / Ibu guru/ karyawan / Teman

Tujuan : untuk meningkatkan rasa solidaritas terhadap sesama.

3.b.3 Kegiatan Keteladanan :

a.       Berpakaian rapi dan sopan.

b.      Datang tepat waktu.

c.       Berbahasa yang baik dan benar serta sopan.

d.      Memuji.

Tujuan : untuk meningkatkan etika dan nilai – nilai yang baik.

 

 

 

 

4. Kurikulum Plus

                        Membekali siswa didik agar mampu memahami pembelajaran MIPA khususnya dan pembelajaran lainnya pada umumnya dengan memakai bahasa pengantar  bahasa Inggris. Membiasakan siswa untuk memakai bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai disiplin ilmu.

     Kurikulum Plus UPTD SMP Negeri 1 Tulungagung adalah sebagai berikut:

a.      MIPA Bilingual untuk Rintisan SBI

b.      Olimpiade Sains dalam rangka pengembangan diri kemampuan siswa

c.       Olimpiade Matematika dalam rangka pengembangan diri kemampuan siswa

d.      Olimpiade English dalam rangka pengembangan diri kemampuan siswa

e.       Olimpiade IPS dalam rangka pengembangan diri kemampuan siswa

KNA English membekali siswa didik agar memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar secara intensif dan dijadikannya bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di sekolah maupun di luar sekolah.

 

5. Intensif Kelas IX

                        Membekali pada siswa untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional (UNAS) pada tahun pelajaran tersebut. Pembekalan berupa tambahan pelajaran yang dilaksanakan pada hari Sabtu  secara terprogram  dan terstruktur dengan materi pelajaran kelas 7, 8 dan 9 ditambah materi yang relevan sesuai prediksi materi Ujian Nasional. Pada akhirnya diharapkan siswa mampu meraih nilai Ujian Nasional yang lebih tinggi. Kurikulum Intensif Kelas IX meliputi sebagai berikut:

b.      Bahasa Indonesia

c.       Bahasa Inggris

d.      Matematika

e.       I P A

 

6. Beban Belajar

Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem paket dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap muka perjam pembelajaran adalah berlangsung 40 menit. Beban belajar kegiatan tatap muka perminggu di UPTD SMP Negeri 1 Tulungagung 39 – 42  jam pembelajan.

 

Kelas

Satu Jam pembelajaran tatap muka / menit

Jumlah Jam pembelajaran per minggu

Minggu Efektif per th. ajaran

Waktu pembelajaran / jam per th.

VII

VIII

IX

40

40

40

39-42

39-42

39-42

38

38

38

1482-1596

1482-1596

1482-1596

 

Alokasi waktu penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur maksimal 50 % dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

 

Komponen

Alokasi waktu kegiatan / jam pelajaran per minggu

Tatap muka

Penugasan terstruktur equivalen dengan

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama

2.Pendidikan Kewarganegaraan

3. Bahasa Indonesia

4. Bahasa Inggris

5. Matematika

6. Ilmu Pengetahuan Alam

7. Ilmu Pengetahuan Sosial

8. Seni Budaya

9.     Penjaskes

10. T I K-PTD

 

 

2

2

4

4-5

5-6

5-6

6

2

2

3

 

 

1

1

2

2-3

2-3

2-3

3

1

1

1-2

 

B. Muatan Lokal

1. Bahasa Jawa

2. PLH

2

1

1

1

Alokasi untuk praktek, 2 jam kegiatan praktek di sekolah setara dengan 1 jam tatap muka, 4 jam praktek di luar sekolah setara dengan 1 jam tatap muka.

 

7. Ketuntasan Belajar.

Ketuntasan belajar didasarkan pertimbangan diantaranya intelektual peserta didik, tingkat esensial masing – masing mata pelajaran, kemampuan daya dukung dan kompleksitas tiap–tiap mata pelajaran. Nilai – nilai ketuntasan belajar masing – masing mata pelajaran adalah sebagai berikut :

 

 

Komponen

 

Kriteria Ketuntasan Minimal

VII

VIII

IX

 

Smtr 1

Smtr 2

Smtr 3

Smtr 4

Smtr 5

Smtr 6

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama

2. Pendidikan Kewarganegaraan

3. Bahasa Indonesia

4. Bahasa Inggris

5. Matematika

6.    Ilmu Pengetahuan Alam

7.    Ilmu Pengetahuan Sosial

8.    Seni Budaya

9.    Penjaskes

10.  T I K-PTD

 

 

76

78

81

80

80

78

80

76

80

85

 

 

76

78

81

80

80

78

80

76

80

86

 

 

78

79

81

81

79

78

82

78

82

86

 

78

79

81

81

79

78

82

78

82

86

 

80

80

82

82

80

79

85

80

82

88

 

80

80

82

82

80

79

85

80

82

88

B. Muatan Lokal

1. Bahasa Jawa

2. PLH

 

77

80

 

77

80

 

79

80

 

79

80

 

80

80

 

80

80

C. Pengembangan Diri

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Baik

Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar harus mengikuti Program Remedial   (Remedial test maksimal 2x ). Siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk semua mata pelajaran dapat mengikuti program pengayaan. Kegiatan perbaikan dan pengayaan dilaksanakan di luar jam tatap muka yaitu pagi hari sebelum jam pelajaran  atau setelah pulang sekolah dengan jadwal sebagai berikut:

 

 

 

 

No

Hari

Kelas VII

Kelas VIII

Kelas IX

1

 

 

2

 

 

3

 

 

4

 

 

5

Senin

 

 

Selasa

 

 

Rabu

 

 

Kamis

 

 

Sabtu

Bahasa Indonesia

Bahasa Jawa, PLH

 

IPA

TIK, PTD

 

Matematika

Seni Budaya

 

IPS

PAI

 

Bahasa Inggris

PPKn

Bahasa Inggris

PPKn

 

Bahasa Indonesia

Bahasa Jawa, PLH

 

IPA

TIK, PTD

 

Matematika

Seni Budaya

 

IPS

PAI

IPS

PAI

 

Bahasa Inggris

PPKn

 

Bahasa Indonesia

Bahasa Jawa, PLH

 

IPA

TIK, PTD

 

Matematika

Seni Budaya

 

8. Kenaikan Kelas

a. Kriteria

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh masing – masing satuan pendidikan, UPTD SMP Negeri 1 Tulungagung menetapkan syarat kenaikan kelas sebagai berikut:

a). Menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada 2 ( dua ) semester pada kelas yang diikuti.

b). Kenaikan kelas dipertimbangkan dari nilai laporan hasil belajar semester 2 (Genap).

c). Kriteria Kenaikan Kelas :

1.        Mengikuti semua pembelajaran sampai dengan semester terakhir kelas VII / kelas VIII dengan minimal kehadiran 80 %

2.        Mempunyai nilai semua mata pelajaran pada setiap semester

3.        Nilai rata-rata dari semua mata pelajaran termasuk muatan lokal sekurang-kurangnya untuk kelas 7 = 79 dan kelas 8 = 80.

4.        Tidak boleh ada nilai < KKM mata pelajaran

5.        Memiliki nilai minimal baik untuk aspek kepribadian, kelakuan dan kerajinan (aspek yang ada dalam buku merah/buku Tata Tertib siswa UPTD SMP Negeri 1 Tulungagung).

Apabila ada siswa yang dinyatakan tidak naik kelas dalam rapat kenaikan kelas, maka siswa tersebut harus mengulang pada kelas yang sama untuk tahun pelajaran berikutnya dan mengikuti ujian kenaikan kelas sesuai ketentuan yang berlaku.

b. Pelaksanaan Penilaian

Penilaian dilaksanakan dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.

c. Pelaporan

Laporan hasil belajar siswa diberikan kepada orang tua dalam bentuk Laporan Hasil Belajar yang diberikan pada hari terakhir semester tersebut.

 

9. Kelulusan.

            a. Kriteria

Berdasarkan PP No. 19 / 2005 pasal 27 ayat 1, bahwa untuk menentukan lulus belajar bagi siswa UPTD SMP Negeri 1 Tulungagung mempergunakan 2 aspek, yaitu :

I. Aspek Akademis.

II. Aspek Non Akademis

Keterangan :

I. Aspek Akademis.

a). Kelulusan Ujian Nasional.

Ø  Memiliki nilai rata-rata minimum 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimum 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimum 4,25 untuk mata pelajaran lainnya..

b). Kelulusan Ujian Sekolah.

Siswa dinyatakan lulus ujian sekolah apabila memiliki rata – rata nilai minimum 8,2 dan nilai minimum setiap mata pelajaran ujian sekolah sebagai berikut:

 

 

 

No

Mata Pelajaran

SKL

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

PAI

PPKn

Bahasa Indonesia

Bahasa Inggris

Matematika

Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu Pengetahuan Sosial

Seni Budaya

Penjaskes

TIK-PTD

Bahasa Jawa

PLH

8,0

8,0

8,2

8,2

8,0

7,9

8,5

8,0

8,2

8,8

8,0

8,0

 

c). Kelulusan dari satuan pendidikan.

Siswa dinyatakan lulus apabila :

Ø  Menyelesaikan seluruh program pembelajaran .

Ø  Memperoleh nilai minimum baik pada akhir untuk seluruh mata pelajaran agama dan akhlak mulia, mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, mata pelajaran estetika dan mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Ø  Lulus ujian sekolah untuk mata pelajaran iptek.

Ø  Lulus ujian nasional.

d). Kriteria kelulusan tersebut diatas harus dipenuhi oleh siswa, apabila salah satu kriteria tidak terpenuhi, siswa dinyatakan tidak lulus. Sekolah memberikan predikat bagi siswa yang lulus dengan rumus sebagai berikut:

1). Nilai kelulusan dihitung dari perolehan Nilai Raport Semester I – V, Nilai US dan Nilai UN dengan pembobotan (40% US + 60% UN)

2). Siswa dinyatakan tamat apabila memiliki nilai raport semester I sampai dengan VI

                 3). Predikat Kelulusan berdasarkan kategori sebagai berikut:

Ø Nilai Kelulusan lebih besar atau sama dengan 9,0  = sangat baik

Ø Nilai Kelulusan lebih besar atau sama dengan 8,2  dan kurang dari 9,0  = baik

Ø Nilai Kelulusan lebih besar atau sama dengan 5,50 dan kurang dari 8,2  = cukup.

 

II. Aspek Non Akademis

a.       Kelakuan

b.      Kerajinan

c.       Kerapian

Siswa dinyatakan lulus apabila memnuhi kriteria non akademis sebagai berikut:

1.      Tidak melakukan minum – minuman keras baik di sekolah maupun di luar sekolah.

2.      Tidak merokok di sekolah maupun di luar sekolah.

3.      Tidak membuat keributan di sekolah.

4.      Hormat dan patuh kepada guru, orang tua dan orang yang lebih tua.

5.      Mentaati tata tertib sekolah.

Siswa dinyatakan lulus secara non akademis apabila rata-rata ketiga unsur tersebut sekurang – kurangnya “ Baik “. Secara keseluruhan siswa dinyatakan lulus bila terpenuhi 2 aspek di atas.

          Apabila ada diantara siswa yang dinyatakan Tidak Lulus, maka harus mengulang 1 (satu) tahun pada kelas 9 untuk tahun pelajaran berikutnya dan mengikuti seleksi UNAS lagi sesuai ketentuan yang berlaku.

            b. Pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Sekolah

Ujian Nasional dilaksanakan pada 23, 24, 25, dan 26 April 2012. Sebelum Ujian Nasional dilaksanakan Ujian Serkolah Untuk mata pelajaran yang tidak Ujian Nasional.

            c. Target Kelulusan  

Target kelulusan adalah 100%..

            d. Program-Program Sekolah dalam meningkatkan mutu lulusan

Program-program yang dilakukan oleh sekolah dalam meningkatkan mutu lulusan diantaranya:

1.        Pemberian Bimbingan Intensif untuk keseluruhan siswa, Super Intensif untuk siswa Upper dan Bimbingan khusus untuk siswa Lower.

2.        Melaksanakan 6 kali Try Out Ujian Nasional.

3.        Membekali dengan Kompetensi Non Akademik dengan Kegiatan Non Akademik (KNA).

4.        Mengikuti berbagai lomba.

 

       e. Program-Program Sekolah dalam mengantisipasi ketidaklulusan.

Program-program yang dilakukan oleh sekolah dalam mengantisipasi ketidaklulusan adalah dengan mengadakan bimbingan bagi siswa-siswa yang tidak lulus dalam Try Out.

 

10. Pendidikan Kecakapan Hidup.

A).    Pendidikan kecakapan hidup dilaksanakan secara integral dalam pembelajaran semua mata pelajaran yang direncanakan secara khusus yang berpotensi untuk mengembangkan kecakapan hidup tertentu.

B).     Proses analisa kecakapan hidup dilaksanakan oleh tim guru setiap mata pelajaran melalui MGMPS, berdasarkan analisis tersebut guru mengimplementasikan kecakapan hidup sebagai muatan tambahan dalam pembelajaran.

C).     Pendidikan kecakapan hidup secara maksimal dikembangkan melalui pembelajaran TIK-PTD, Seni Budaya, muatan lokal PLH  dan pengembangan diri.

D).    Sekolah memberi kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk mengembangkan kecakapan hidupnya dari satuan pendidikan formal yang lain atau non formal di luar sekolah.

 

11. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global.

A). Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan pada semua mata pelajaran dan muatan lokal yang dilakukan dengan cara mengembangkan pembelajaran dengan memperhatikan, menyesuaikan dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

B). Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global lebih difokuskan pada pembelajaran mata pelajaran bahasa Inggris, TIK-PTD, IPA, muatan lokal serta pengembangan diri.

C).  Sekolah memberi keleluasaan kepada peserta didik untuk mengikuti pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dari satuan pendidikan formal yang lain dan atau non formal yang sudah memperolah akreditasi.

 

 

C. Pengaturan – pengaturan.

1. Pengaturan Beban Belajar.

                       Proses belajar mengajar dilaksanakan setiap hari efektif sesuai dengan kalender pendidikan dilaksanakan pagi hingga siang hari seperti tertera pada tabel berikut ini :

NO

HARI

JAM KE --

WAKTU

1.

SENIN, SELASA, RABU, KAMIS

1

07.00 – 07.40

2

07.40 – 08.20

3

0.820 – 09.00

4

09.00 – 09.40

ISTIRAHAT

20’

5

10.00 – 10.40

6

10.40 – 11.20

7

11.20 – 12.00

ISTIRAHAT

20’

8

12.20 – 13.00

9

13.00 – 13.40

10

13.40 – 14.20

2.

JUM’AT

1

07.00 – 07.40

2

07.40 – 08.20

3

08.20 – 09.00

ISTIRAHAT

20’

4

09.20 – 09.55

5

09.55 – 10.30

6

10.30 – 11.05

 

3.

SABTU

KBM

 

BIMBEL KELAS IX (MATERI UNAS)

 

KNA DAN BIMBINGAN WALI KELAS 7 & 8

1

07.00 – 07.40

2

07.40 – 08.20

3

08.20 – 09.10

4

09.10 – 10.00

ISTIRAHAT

10’

5

10.10 – 11.00

6

11.00 – 11.50

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya dalam rangka mencapai kompetensi dasar. Pengalaman belajar dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Kegiatan proses belajar dilaksanakan sebagai berikut :

a.       Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada peserta didik, khususnya guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.

b.      Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.

c.       Penentuan urutan pembelajaran harus sesuai dengan urutan konsep materi pembelajaran.

d.      Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung 2 unsur yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa yaitu kegiatan siswa dan materi pelajaran.

 

2. Penilaian

Penilaian pencapaian KD peserta didik dilakukan berdasarkan indikator dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek atau produk, menggunakan portofolio dan penilaian diri. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisa, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam mengambil keputusan.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian :

a).  Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.

b). Penilaian menggunakan acuan kriteria yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dan bukan untuk menetukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.

c). Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan dalam arti semua indikator dikaji, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum serta untuk mengetahui kesulitan siswa.

d). Hasil penelitian analisis untuk menentukan tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Program remidial bagi peserta didik yang mencapai kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.

e). Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran, misalnya jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses ( keterampilan proses ) misalnya tehnik wawancara maupun hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB IV

KALENDER AKADEMIK

 

Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran.

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran, mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

A. Alokasi Waktu

Ø  Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran.

Ø  Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran.

Ø  Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

Ø  Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran, waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum, termasuk hari – hari besar nasional dan hari libur khusus.

Ø  Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya tertera pada tabel sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel Alokasi Waktu Pada Kalender Pendidikan

No

Kegiatan

Alokasi Waktu

Keterangan

1

Minggu efektif belajar

34 s/d 38 minggu

Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan

2

Jeda tengah semester

Maksimum 1 minggu

6 hari setiap semester

 

3

Jeda antar semester

 

Maksimum 1 minggu

Antara semester I dan II

4

Libur akhir tahun pelajaran

Maksimum 3 minggu

Digunakan untuk persiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran

 

5

Hari libur keagamaan

2 – 4 minggu

Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengatur dengan sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif

 

6

Hari libur nasional / keagamaan

Maksimum 2 minggu

Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah

 

 

7

Hari libur khusus

Maksimum 1 minggu

Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing – masing

 

8

Kegiatan khusus sekolah / madrasah

Maksimum 3 minggu

Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah / masyarakat tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

 

 

B. Penetapan Kalender Pendidikan

1. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.

2. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan / atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. Kepala daerah tingkat Kabupaten / Kota dan / atau organisasi penyelenggara pendidikan dapt menetapkan hari libur khusus.

3. Pemerintah pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuan – satuan pendidikan.

4. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing – masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen standar isi dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah / pemerintah daerah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JUMLAH MINGGU EFEKTIF SMP Negeri 1 Tulungagung

TAHUNPELAJARAN 2011-2012

Semester I

NO

BULAN

JME

HES

HEF

KTS

LU

LHB

LS

LPP

LHR

JML

1

JULI ‘11

3

18

 

 

4

 

 

 

 

22

2

AGUS ’11

4

 

16

 

4

3

 

3

5

31

3

SEPT’ 11

5

20

 

 

4

 

 

 

6

30

4

OKT ’ 11

4

20

 

6

5

 

 

 

 

31

5

NOV ’ 11

4

25

 

 

4

1

 

 

 

30

6

DES ’ 11

5

10

 

 

4

1

6

 

 

31

JUMLAH

25

93

16

6

25

5

6

3

11

175

 

Semester II

NO

BULAN

JME

HES

HEF

KTS

LU

LHB

LS

LPP

LHR

JML

1

JAN’ 11

4

19

 

 

5

1

6

 

 

31

2

FEB’ 11

4

24

 

 

4

 

 

 

 

28

3

MAR’ 11

4

26

 

1

4

1

 

 

 

 

31

4

APR’ 11

4

24

 

5

5

1

 

 

 

30

5

MEI’ 11

4

26

 

 

4

1

 

 

 

31

6

JUNI’ 11

4

20

 

 

4

 

6

 

 

30

7

JULI’ 11

2

 

 

 

2

 

12

 

 

14

JUMLAH

26

139

 

6

28

4

24

 

 

201

Keterangan :

Ø  JME     : Jumlah minggu efektif

Ø  HES    : Hari efektif sekolah

Ø  HEF    : Hari efektif fakultatif

Ø  KTS     : Kegiatan tengah semester

Ø  LU       : Libur umum

Ø  LHB    : Libur hari besar

Ø  LS       : Libur semester

Ø  LPP     : Libur permulaan puasa

Ø  LHR    : Libur hari raya

 

 


 

 



BAB V

PENUTUP

 

Kurikulum UPTD SMP Negeri 1 Tulungagung disusun berdasarkan Standar Isi ( SI ), Standar Kompetensi Lulusan (  SKL ) yang telah dikeluarkan oleh badan standarisasi nasional pendidikan (BSNP) dengan memperhatikan kondisi sekolah.

Kurikulum ini terdiri dari tujuan sekolah, struktur kurikulum, muatan dan beban belajar, kalender pendidikan dan lampirannya berupa silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran ( RPP ). Pembuatan kurikulum UPTD SMP Negri 1 Tulungagung melibatkan semua unsur yang terkait yaitu : guru, kepala sekolah dan komite dengan harapan semua merasa bertanggung jawab dan dapat melaksanakan dengan sebaik – baiknya.

Saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan agar revisi dan perbaikan kurikulum ini dapat selalu dilaksanakan agar menjadi sebuah kurikulum yang betul – betul dapat menjawab tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPTEK )

 

37